Minggu, 16 November 2008

Dari laskar pelangi hingga bung karno di Bumi Raflesia


Entah nyambungnya dari mana, yang pasti pas nulis ini ada acara di TV yang bersetting kota Bengkulu. Jadi nambah semangat nulisnya deh, serasa di sana lagi. Duh segitunya ya…
Hari Jumat pagi tgl 7 Nov 08 saya ma suami bertolak ke Bengkulu, kota kelahiran si mantan pacar itu ;-). Ada adik suami yang menikah n sekaligus ajang perkenalan saya dengan keluarga besarnya secara kita masih tergolong manten baru hi hi. Suami lahir di kota Manna, pusatnya Bengkulu Selatan. Walaupun dibilang pusat, tapi gak kelihatan aktivitas berarti. Kata suami angkot udah gak ada jam 6 sore. Yang pasti gak ada kemacetan, mau melaju 120 km/jam hayo ajah.
Lebih damai lagi kalau kita ke pedesaaannya. Tanah kosong berumput terhampar di mana-mana. Ada beberapa ditanami kelapa, kopi, dannnnn duren. Duren di sini asli masak pohon, jadi gak ada cerita diperam. Saya sempat menikmati beberapa butir, memang betul-betul manis dan legit. Untuk meningkatkan masa simpan duren saat musimnya, duren sering disulap menjadi penganan lain, seperti lempok (duren yang dimasak dengan gula dan santan) dan tempoyak (duren yang difermentasi, lalu dimasak bareng santan dan ikan sungai atau udang). Kalau gak ingat ama kesehatan, pengen rasanya melahap semua duren yang disuguhkan saudara suami hehe.
Ada satu sudut tanah kosong yang menurut cerita suami dulu adalah sekolan MIM-setingkat SD. Kondisi sekolahnya persis seperti di film Laskas Pelangi. Terbuat dari kayu dan bocor. Lantainya masih tanah dan kalau hujan sapi ama kambing yang tidak dikandangin ama pemiliknya berteduh di situ. Alhasil murid-muridnya kalau mau belajar ya membersihkan kotoran hewan-hewan itu dulu. Betul-betul memprihatinkan ya. Itu terjadi tahun 70an, sekarang kondisi pendidikannya pastinya lebih maju lah. Sampai di suatu pagi dekat danau ketika kita sedang jalan-jalan, saya melihat segerombolan siswa SMP yang mau sekolah. Tahu gak? Mereka harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer lebih dan kanan-kirinya hutan dan kadang diselingi dengan babi hutan yang lagi jj. Alamak! Hanya semangat untuk hidup lebih layak yang mengobarkan cita-cita mereka, Bro.

Menjelang masa cuti berakhir, kita ke ibu kota Bengkulu. Sebelum besok paginya ke bandara, kita sempatkan untuk jj kuliner dan wisata di kota Bengkulu. Suasana di kota pengasingan Bung Karno ini pastinya lebih ramai dan maju. Saya sempat diajak melihat pantai Tapak Paderi yang berdekatan dengan Benteng Malborough-benteng pertahanan Inggris. Pantainya masih cukup bersih dan pemprov rupanya sedang mengoptimalkannya sebagai daerah wisata. Baguslah, sayang kan kalau punya potensi tapi gak dikembangkan. Banyak soalnya warga yang menyempatkan jj menjelang surya temaram di ufuk Barat dan pastinya pas hari libur. Ada juga pantai Panjang-disebut seperti itu karena memang pantainya panjang. Bengkulu memang dikelilingi pantai, makanya menjadi salah satu daerah yang diwaspadai rawan gempa bumi. Selain pantai, bumi Raflesia ini juga punya cerita sejarah. Di sinilah mantan Presiden RI pertama-Sukarno diasingkan. Saya sempat berkunjung ke rumah pengasingannya dan berbangga hati karena sempat mengabadikan beberapa sudut peninggalan Bung Karno beserta keluarganya. Amazing! Ada koleksi buku-buku zaman Belanda, baju peninggalan Bung Karno, sampai tempat tidur, ruang tamu, ruang makan, bahkan dapur yang dari dulu tak ada perubahan berarti. Rasanya saya seperti hidup di tahun 30an-40an. Mungkin dengan tujuan melestarikan warisan budaya ke generasi penerus, pemrov hanya menarif seribu rupiah per kepala untuk bisa masuk ke rumah penuh sejarah ini. Seribu rupiah, Bro! Sepertinya kita benar-benar gak layak kalau melupakan perjuangan pahlawan bangsa ya.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb.

saya suka foto2nya.bagus2. sayang cerita kuliner kok sedikit?
padahal mestinya banyak.
selamat menempuh hidup baru.
semoga bahagia selalu.
salam buat mas dede
terima kasih

pupuk organik mengatakan...

http://pupuk-bioorganik.blogspot.com/
pupuk organik : Dr. Ir. Anton Apriyantono memastikan pada 2014, Indonesia akan Go Organik.
Kunjungi Website : http://pupuk-bioorganik.blogspot.com/